Senin, 15 November 2010

little poetry

hei..hari ini gw pengen share dikit tentang puisi eh apa cerita nih ya panjang bener :D

"Sayangku...tahukah engkau betapa aku merindukanmu...
Betapa inginku melihat wajahmu yang belum pernah kulihat, suaramu yang belum pernah kudengar dan harum tubuhmu yang belum pernah kucium...

Sayangku...betapa aku ingin mengenalmu...
Mengenalmu dari sekian wanita yang mencoba menelisik ke dalam hati dan menghadirkan kekecewaan...
Mengenalmu untuk mengajariku mempercayai bahwa di seribu satu nafas wanita dunia ini, ada engkau yang menantiku...ada engkau yang masih memegang teguh kepercayaan, keyakinan bahwa cinta adalah cinta....bukan sekedar atas nama...atas nama harta, nafsu, harga diri....

Maafkan aku Sayang....maafkan aku untuk menunggumu...
Yang terbaik dari yang terbaik....yang terbaik untuk bisa merangkulku dikala tubuh ini menua...dikala raga ini tidak mampu lagi menahan laju dunia...
Maafkan aku Sayang....mengharapkan yang terindah atas yang terindah...
Yang bisa menghilangkan dukaku dikala sepi menyeruak....dikala sendiri datang menghantui...
Maafkan aku Sayang....mengharapkan yang terpercaya....
Yang bisa kupercayakan atasmu cita dan duka terdalam....yang takkan berpaling ketika hidup tidak lagi seperti harap....

Aku membayangkan tentang kita, Sayang...
Di suatu temaram sore yang indah...sepulang penatku mengais rejeki di tengah kerasnya dunia...engkau ada di sana, Sayangku...
Disuatu halaman rumah yang indah, rumah kita, Sayangku...dengan hamparan rumput yang menghijau dan tertata begitu indah....dihiasi dengan warna-warni bunga kesayanganmu....begitu asri...

Ketika itu...dikala temaram sore itu...
Kulihat wajahmu ayumu....dengan kerudung putih itu...
Menyambutku dengan sayang...menghilangkan seluruh penat dan amarahku...
Kulihat senyummu sayang....mengisyaratkan sambutan indah seolah berucap...
"Selamat datang Ayah...."

Sejenak kutermenung menatapmu...kudengar derap langkah kecil...
Anak kita, yang terbaik yang hadir dalam hidup kita berlari kecil menyambutku pulang...
tertawa riang....lepas....lugu...
dan ketika kugendong dia....wajahmu Sayang....tersungging senyum manis....menyiratkan beribu makna terdalam...

Hanya sebuah harapan sayang....
Ditengah ketidakpastian langkahku dalam menjalani hidup...menghadapi sebuah persimpangan takdir....
Ini harapku Sayang....ini mimpiku Sayang....tentangmu yang terindah Sayang....
Yang belum pernah kulihat, kudengar atau kucium harummu Sayang...."

sumber : kaskus.us

Minggu, 07 November 2010

Bencana Gunung Merapi

Akhir akhir ini di Indonesia sedang terjadi suatu bencana alam yang dahsyat, salah satunya yaitu fenomena alam Gunung Merapi yang meletus. Gunung ini dinyatakan aktif sejak muncul tanda tanda akan meletus dari bulan April dan Mei 2006. Letusan Gunung Merapi ini diawali dengan gempa ringan dan guguran material. Setelah itu, awan panas susul-menyusul menyembul dari puncak Merapi dengan ketinggian 1,5 kilometer. 

Kejadian ini membuat penduduk sekitar Merapi menjadi was was. Bahkan banyak diantara mereka langsung mengajak sanak keluarganya untuk mengungsi. Bencana ini menimbulkan kepanikan warga dan bagi yang belum sempat mengungsikan harta benda dan hewan ternaknya itu menimbulkan kerugian material juga.

Dengan adanya bencana ini kita harus bersikap waspada dan prihatin akan penduduk yang menjadi korban Merapi ini. Sebaiknya jika mempunyai bantuan yang cukup, para pengungsi bisa hidup layak sementara di pengungsian. Kita harus bersikap mawas diri, mengingat ini bencana yang dahsyat.

Bisa juga kita menyumbang sedikit dari kepunyaan kita berupa pakaian, makanan tau bahkan bantal untuk menyenangkan hati mereka yang tengah kalut akan bencana yang melanda ini.