Senin, 25 Maret 2013

Revitalisasi Angkutan Umum Butuh Rp 1 Triliun di Tiap Kota

 NAMA : M. AKBAR NAVINDRA. D
 KELAS :3EA03
 NPM : 14210628


JAKARTA, KOMPAS.com - Revitalisasi angkutan umum terutama berbasis bus di tiap kota di Indonesia hanya membutuhkan dana maksimal Rp 1 triliun per kota. Seandainya program revitalisasi dipenuhi pendanaannya oleh pemerintah, maka kemacetan di kota-kota di seluruh Indonesia dapat diatasi. Demikian dikatakan ahli transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, Senin (25/3/2013) di Jakarta. " Persoalannya, tidak pada apakah ada uang atau tidak. Tetapi, apakah ada niat untuk memperbaiki angkutan umum," ujar Djoko. Dikatakan Djoko, selama ini angkutan umum hanya menggunakan 3 persen BBM bersubsidi. "Sementara kendaraan pribadi menggunakan 93 persen BBM bersubsidi. Uang sebesar Rp 175 triliun menguap begitu saja," kata dia. Menurut Djoko, sebagian warga mengganggap angkutan umum di Jakarta dapat kondisi sekarat. Kalau anda l ihat di daerah, kondisinya lebih mengerikan. Tidak lagi sekarat tetapi dibiarkan nyaris punah. Sama sekali tidak ada keberpihakan bagi angkutan umum, ujar dia. Diingatkan Djoko, dalam Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan Negara bertanggungjawab atas LLAJ dan pembinaannya. " Kalau negara tidak mampu, ya direvisi saja UU tersebut," kata Djoko.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/03/25/1636408/Revitalisasi.Angkutan.Umum.Butuh.Rp.1.Triliun.di.Tiap.Kota

Tidak ada komentar:

Posting Komentar